Info Update Pertanian di era Modern untuk Pertanian Indonesia Lebih maju lagi dan agar para petani mengerti akan teknologi pertanian di jaman now.

Senin, 03 Desember 2018

PROGRAM PENGEMBANGAN AGENSIA HAYATI DALAM PERTANIAN ORGANIK - 522016050 - Tri Atmojo Susilo





Alasan mengapa topik ini muncul yaitu perlu di ketahui bahwa partisipasi dalam masyarakat khususnya dalam pertanian itu sangat berpengaruh karena secara tidak sadar mereka ikut memecahkan permasalahan yang ada dalam suatu tujuan demi kepentingan bersama. Masyarakat adalah salah satu bagian terpenting dan berpengaruh terhadap pencapaian suatu tujuan. Partisipasi juga kerlibatan secara fisik namun menyangkut keterlibatan tanggung jawab dan sumbangan yang besar terhadap kelompok, dengan kata lain kesediaanya dalam membantu mensukseskan suatu program .
Untuk membaca lebih lanjut silahkan klik DI SINI

#pertanianindonesia #majupertanian
Share:

Minggu, 02 Desember 2018

Pakan Ternak Ayam Pedaging Fermentasi Bekatul Genjot Bobot dan Lebih Sehat - Daniel Anton Kriswandi 522016032


Pakan adalah kebutuhan pokok dan juga pengeluaran terbesar dalam budidaya
ayam pedaging, pakan memiliki andil biaya operasional sebesar 70%. Makanya
keuntungan ternak ayam pedaging, sangat ditentukan oleh kualitas pakan dan
konversi pakan ke daging. Semakin tinggi konversi pakan maka semakin baik,
artinya pakan irit namun bobot tetap masuk. Ketika konversi pakan yang tinggi
dan dibarengi dengan harga jual yang tinggi pula, sudah bisa dipastikan peterNak
untung.
            Bekatul atau dedak halus sudah lama dipakai sebagai campuran pakan ternak
seperti bungkil jagung,kedelai. Selain harganya murah, Rp1.500–Rp3.000/kg,
kadar protein yang dikandung kulit bulir padi itu cukup tinggi mencapai 10 -12%.
Pemakaian bekatul mencapai 20-30% dari total pakan, namun bekatul mudah
tengik karena memiliki ikatan asam lemak tidak jenuh. Kelemahan lain, bekatul
mengandung asam fitat. Asam ini merupakan zat antinutrisi yang mampu
berikatan dengan protein dan mineral seperti Ca, P, Fe, Zn, dan Mg. Asam fitat
sulit larut di air dan tahan panas, Sebab itu bekatul sulit dicerna.

            Asam fitat di bekatul memang dapat menghambat pertumbuhan, Terikatnya
fosfor,misalnya: mengganggu pertumbuhan tulang dan kenaikan bobot tubuh
ayam. Menurut Ir. A rnold P Sinurat,MS.PhD, peneliti utama Balai Penelitian
Ternak (Balitnak) di Ciawi, Bogor, ayam perlu 0,4-0,5% fosfor di dalam pakan.
Jumlah fosfor merosot karena terikat asam fitat. Fosfor yang tersedia hanya
0,25%, Sebab itu dibutuhkan enzim fitase untuk meningkatkan kadar fosfor,
Enzim fitase memecah asam fitat menjadi lebih sederhana. Pada hewan
ruminansia, enzim fitase diproduksi oleh rumen. Berbeda dengan keluarga
monogastrik alias lambung tunggal seperti keluarga unggas, enzim fitase yang
dihasilkan sedikit.

Manfaat Pakan
Produk(Pakar 05) Ini menguntungkan peternak karena menghemat biaya pakan,
Bekatul fermentasi memiliki keistimewaan lain yakni:
1. Dapat mempertahankan pakan ternak tanpa mengurangi jumlah nutrisinya.
2. Dapat membantu memperbaiki sistem pencernaan ayam pedaging.
3. Menambah nafsu makan , sehingga pertumbuhan ayam pedaging akan lebih
maksimal.
4. Bobot ayam pedaging akan cepat bertambah secara alami, gemuk, dan sehat.
5. Pakan ternak fermentasi mengurangi stress pada ayam pedaging.
6. Hewan ternak ayam pedaging tidak mudah sakit, karena pakan ternak fermentasi
dapat menjaga kekebalan dan meningkatkan daya tahan tubuh.
7. Mengurangi bau kotoran dari hewan ternak sehingga tidak mencemari udara
lingkungan..
8. Limbah dari kotoran dan urine hewan ternak ayam pedaging akan lebih
berkualitas sehingga dapat dimanfaatkan menjadi pupuk yang baik atau biogas
alami.
9. Menetralisir residu kimia di perut unggas
10. Menghilangkan/mengurangi penggunaan vitamin
11. Mengoptimalkan serapan pakan
12. Meningkatkan FCR
13. Mempercepat masa panen
14. Mengurangi ancaman cacing atau telur cacing pada pakan karena akan mati saat
proses fermentasi.
15. Menekan biaya pemeliharaan dan menghemat tenaga karena bahan pakan yang
digunakan bisa dari serat apa saja, yang penting tidak beracun.
16. Mengehemat waktu peternak karena pakan fermentasi akan tahan lama

Bahan baku dan Peralatan
            Dalam pembuatan pakam fermentasi bekatul ini bahan baku yang
digunakan adalah: bekatul padi, rumput gajah, molases dan air. Alat yang
digunakan adalah dandang, alat penggilingan, kompor, gas, tong besar,
gayung, alat saring, plastik, pengelas plastik.

Cara Pembuatan Pakan
Proses pembuatan membutuhkan waktu sekitar 5-6 minggu dengan cara
pembuatan sebagai berikut:
1. rumput gajah digiling hingga terpotong-potong 10% dari bahan
2. campurkan molases (tetes tebu) 10% dari bahan
3. campurkan bekatul 50% dari bahan
4. aduk rata semua bahan – bahan yang sudah tercampur dengan menambahkan
air 20 %
5. masukan stimula pedaging Superfarm 10%
6. masukan ke dalam panci besar dan rebus selama 1 jam
7. dinginkan setelah di rebus
8. Masukkan campuran ke dalam tong plastik besar dan padatkan agar tidak ada
rongga udara, mengantisipasi terjadinya penyusutan isi, dengan begitu tidak
ada ruang kosong antara tutup dan permukaan bahan.
9. Setelah semua bahan masuk, berikan lapisan plastik dan tutup dengan rapat.
Beri pemberat, boleh pakai batu atau kantong plastik yang diisi tanah.
10. Simpan sampai 3-4 minggu.
11. Setelah 3-4 minggu, tong besar biru bisa dibuka dan diambil hasil
fermentasinya.
12. Pakan fermentasi bisa diambil dan di keluarkan
13. Setelah diambil, diangin – anginkan terlebih dahulu
14. Kemudian packing ke dalam kantong plastik per 5 kg dan 10 kg
Untul lebih detail dan lengkap dapat klik link di bawah ini

https://drive.google.com/open?id=1Zd72GXygEEBbunL0DzSnLFZeJWotrPp5
Share:

Senin, 05 November 2018

Sistem Pertanian Terpadu

Sistem Pertanian Terpadu

Pola integrasi antara tanaman dan ternak atau yang sering kita sebut dengan pertanian terpadu, adalah memadukan antara kegiatan peternakan dan pertanian. Pola ini sangatlah menunjang dalam penyediaan pupuk kandang dilahan pertanian, sehingga pola ini sering disebut pola peternakan tanpa limbah karena limbah peternakan digunakan untuk pupuk, dan limbah pertanian untuk makan ternak. Integrasi hewan ternak dan tanaman dimaksudkan untuk memperoleh  hasil usaha yang optimal, dan dalam rangka memperbaiki kondisi kesuburan tanah. Interaksi antara ternak dan tanaman haruslah  saling melengkapi, mendukung dan saling menguntungkan, sehingga dapat mendorong peningkatan efisiensi produksi  dan meningkatkan keuntungan hasil usaha taninya.
Sistem produksi ternak sapi, misalnya yang dikombinasi dengan lahan-lahan pertanian hendaknya dapat disesuaikan dengan jenis tanaman pangan yang diusahakan. Hendaknya ternak yang kita pelihara tidak menggangu tanaman yang kita usahakan, bahkan mendukung.  Dalam hal ini tanaman pangan sebagai komponen utamanya dan ternak menjadi komponen keduanya.
Konsep pertanian terpadu ini perlu kita galakan, mengingat sistem ini di samping menunjang pola pertanian organik yang ramah lingkungan, juga mampu meningkatkan usaha peternakan. Komoditas sapi merupakan salah satu komoditas yang penting yang harus terus ditingkatkan. Oleh karena itu upaya ini dapat digalakan pada tingkat petani baik dalam rangka penggemukan ataupun dalam perbanyakan populasi. Dengan meningkatnya populasi ternak sapi akan mampu menjamin ketersediaan pupuk kandang di lahan pertanian. Sehingga program pertanian organik dapat terlaksana dengan baik, kesuburan tanah dapat terjaga, dan pertanian bisa berkelanjutan.
Sebenarnya integrasi ternak dan tanaman ini tidak terbatas pada budidaya tanaman padi dengan sapi saja, namun juga dapat dikembangkan integrasi dalam sistem lahan kering dan perkebunan.
Semuanya tergantung dari usaha pertanian yang dikembangkan setempat, sehingga limbah pertaniannya dapat bervariasi seperti misalnya limbah jerami padi dilahan sawah dan limbah jerami jagung dilahan kering, limbah tanaman bawang merah pun dapat digunakan untuk pengembangan ternak.
Sistem tumpangsari tanaman dan ternak banyak juga dipraktekkan di daerah  perkebunan.  Tujuan sistem ini adalah untuk pemanfaatan lahan secara optimal.  Di dalam sistem tumpangsari ini tanaman perkebunan sebagai komponen utama dan tanaman rumput dan ternak yang merumput di atasnya merupakan komponen kedua.  Keuntungan-keuntungan dari sistem ini antara lain :
(1) Dari tanaman perkebunannya dapat menjamin tersedianya tanaman peneduh bagi ternak, sehingga dapat mengurangi stress karena panas,
(2) meningkatkan kesuburan tanah melalui proses kembaliya air seni dan kotoran padatan ke dalam tanah, (3) meningkatkan kualitas pakan   ternak, serta membatasi pertumbuhan gulma,
(4) meningkatkan hasil tanaman perkebunan dan
(5) meningkatkan keuntungan ekonomis termasuk hasil ternaknya.
Sebenarnya sistem pertanian terpadu ini tidak terbatas pada pengusahaan hewan besar saja seperti sapi dan kerbau, namun juga dapat dintegrasikan antara ternak unggas dengan tanaman pangan, hotikultura. Kotoran unggas cukup potensial dimanfaatkan sebagai pupuk.

Share:

Sejarah Pertanian Organik indonesia.. harus kalian ketahui, wajib di baca!!


Sejarah pertanian organik

Pertanian tradisional dalam berbagai bentuk, yang telah dilakukan sejak ribuan tahun di seluruh dunia, merupakan pertanian organik yang tidak menggunakan bahan kimia sintetik. Pertanian dengan memanfaatkan ekologi hutan(kebun hutanforest gardening) merupakan salah satu sistem produksi pangan pada masa prasejarah yang dipercayai merupakan pemanfaatan ekosistem pertanian yang pertama.
Pupuk sintetis telah dibuat pada abad ke 18, berupa superfosfat. Lalu pupuk berbahan dasar amonia mulai diproduksi secara massal ketika proses Haber dikembangkan semasa Perang Dunia I. Pupuk ini murah, bernutrisi, dan mudah ditransportasikan dalam bentuk curah. Perkembangan juga terjadi pada pestisida kimia pada tahun 1940an, yang memicu penggunaan bahan kimia pertanian secara besar-besaran di seluruh dunia.[4] Namun sistem pertanian baru yang mulai berkembang ini membawa dampak serius secara jangka panjang pada pemadatan tanah, erosi, penurunan kesuburan tanah secara keseluruhan, juga dampak kesehatan pada manusia akibat bahan kimia beracun yang masuk ke bahan pangan.
Para pakar biologi tanah mulai mengembangkan teori mengenai bagaimana ilmu biologi dapat digunakan pada pertanian untuk menanggulangi dampak negatif bahan kimia pertanian tanpa mengurangi hasil produksi pertanian. Biodinamika biologi berkembang pada tahun 1920an dan menjadi versi awal dari pertanian organik yang dikenal sekarang. Sistem ini berdasarkan filosofi antroposofi dari Rudolf Steiner.
Pada tahun 1930an dan awal 1940an, pakar botani terkemuka Sir Albert Howard dan istrinya Gabriel Howardmengembangkan pertanian organik. Howard terinspirasi dari pengalaman mereka mengenai metode pertanian tradisional di India, pengetahuan mereka mengenai biodinamika, dan latar belakang pendidikan mereka. Sir Albert Howard dapat dikatakan sebagai "bapak pertanian organik" karena ia yang pertama kali menerapkan prinsip ilmiah pada berbagai metode pertanian tradisional dan alami.
Meningkatnya kesadaran lingkungan secara umum pada populasi manusia pada masa modern telah mengubah gerakan organik yang awalnya dikendalikan oleh suplai, kini dikendalikan oleh permintaan pasar. Harga yang tinggi dan subsidi dari pemerintah menarik perhatian petani. Di negara berkembang, berbagai produsen pertanian yang bekerja dengan prinsip tradisional dapat dikatakan setara dengan pertanian organik namun tidak bersertifikat dan tidak mengikuti perkembangan ilmiah dalam pertanian organik. Sehingga beberapa petani tradisional dapat berpindah menjadi petani organik dengan mudah, yang terdorong oleh alasan ekonomi


Metode
Pertanianorganikmengkombinasikanpengetahuan ilmiah mengenai ekologi dan teknologi modern mengenai praktik pertanian tradisional berdasarkan proses biologis yang terjadi secara alami. Metode pertanian organik dipelajari di dalam bidang ekologi pertanian. Pertanian konvensional menggunakan pestisida dan pupuk sintetik, sedangkan pertanian organik membatasinya dengan hanya menggunakan pestisida dan pupuk alami. Prinsip metode pertanian organik mencakuprotasi tanamanpupuk hijau/kompospengendalian hama biologis, dan pengolahan tanah secara mekanis. Pertanian organik memanfaatkan proses alami di dalam lingkungan untuk mendukung produktivitas pertanian, seperti pemanfaatan legum untuk mengikat nitrogen ke dalam tanah, memanfaatkan predator untuk menaggulangi hama, rotasi tanaman untuk mengembalikan kondisi tanah dan mencegah penumpukan hama, penggunaan mulsa untuk mengendalikan hama dan penyakit, dan pemanfaatan bahan alami, termasuk mineral bahan tambang yang tidak diproses atau diproses secara minimal, sebagai pupuk, pestisida, dan pengkondisian tanah. Tanaman yang lebih unggul dan tangguh dikembangkan melalui pemuliaan tanaman dan tidak dimodifikasi menggunakan rekayasa genetika.


Keanekaragaman hayati
Tingginya keanekaragaman tanaman pertanian adalah salah satu penciri pertanian organik. Pertanian konvensional fokus pada produksi massal hasil pertanian tunggal di lahan, yang disebut dengan monokultur. Dalam ekologi pertanian diketahui bahwa polikultur (penanaman berbagai jenis tanaman pada satu ahan) lebih menguntungkan dan lebih sering diterapkan di pertanian organik.[16] Penanaman berbagai jenis sayuran mendukung berbagai jenis serangga yang bersifat menguntungkan, mikroorganisme tanah, dan faktor lainnya yang menambah kesehatan lahan pertanian. Keanekaragaman tanaman pertanian membantu lingkungan untuk mempertahankan suatu spesies yang dekat dengan lahan pertanian agar tidak punah.

Pengelolaan tanah
Pertanian organik bergantung sepenuhnya pada dekomposisi bahan organik tanah, menggunakan berbagai teknik seperti pupuk hijau dan kompos untuk menggantikan nutrisi yang hilang dari tanah oleh tanaman pertanian sebelumnya. Proses biologis ini dikendalikan oleh berbagai mikroorganisme seperti mikorizayang memungkinkan terjadinya produksi nutrisi secara alami di dalam tanah sepanjang musim tanam. Pertanian organik mendayagunakan berbagai metode untuk meningkatkan kesuburan tanah, termasuk rotasi tanaman, pemanfaatan tanaman penutup, pengolahan tanah tereduksi, dan penerapan kompos. Dengan mengurangi pengolahan tanah, maka tanah tidak dibalik dan tidak terpapar oleh udara. Hal ini berarti nutrisi yang bersifat mudah menguap seperti nitrogen dan karbon semakin sedikit yang menghilang.
Tumbuhan membutuhkan berbagai nutrisi seperti nitrogenfosfor, dan nutrisi mikro lainnya serta hubungan simbiosis dengan fungi dan organisme lainnya untuk berkembang dengan baik. Sinkronisasi diperlukan agar tumbuhan mendapatkan nitrogen yang cukup pada waktu yang tepat. Hal ini menjadi salah satu tantangan di dalam pertanian organik. Residu tanaman dapat dikembalikan ke tanah sehingga membusuk dan memberikan nutrisi bagi tanah. Dalam banyak kasus, pengaturan pH diperlukan dengan menggunakan kapur pertanian dan sulfur.
Lahan usaha tani yang tidak memiliki usaha peternakan di dalamnya mungkin akan lebih sulit dalam mengembalikan kesuburan tanah dan membutuhkan inputkotoran dari luar untuk digunakan sebagai sumber nitrogen yang baik. Namun nitrogen juga dapat diberikan dengan menggunakan legum sebagai tanaman penutup tanah
Penelitian dalam ilmu biologi pada tanah dan mikroorganisme yang hidup di dalamnya telah membuktikan manfaat bagi pertanian organik. Berbagai jenis bakteri dan fungi memecah bahan kimia, residu tanaman, dan kotoran hewan menjadi nutrisi yang dapat diserap oleh tumbuhan, sehingga tanaman pertanian menjadi produktif.
Untuk lebih lengkap lagi dapat klik link berikut ini: https://id.wikipedia.org/wiki/Pertanian_organik


Share:

Minggu, 21 Oktober 2018

Inspirasi petani menerapkan pertanian modern

Salam sejahtera...
Para Petani Indonesia kali ini kita patut mencontoh petani berhasil yang menerapkan pertanian modern langsung aja klik link berikut

https://dirve.google.com/open?id=1ituqD0DFypIbnU_pAz0ixfnljBE-pmpj

Info lebih lengkap dan dari sumber berikut:

https://www.pertanianku.com/pertanian-organik-tidak-minus-teknologi/
Share:

Menuju era pertanian modern Indonesia

Salam Sejahtera....

untuk petani indonesia semua Puji Syukur Kepada Tuhan yang Maha Esa, dimana Caping Petani Indonesia boleh sedikit berbagi info tentang mengenai Pertanian Modern yang dapat di kembangkan di Indonesia. klik link dibawah  https://drive.google.com/open?id=1ituqD0DFypIbnU_pAz0ixfnljBE-pmpj





Share:

PROGRAM PENGEMBANGAN AGENSIA HAYATI DALAM PERTANIAN ORGANIK - 522016050 - Tri Atmojo Susilo

Alasan mengapa topik ini muncul yaitu perlu di ketahui bahwa partisipasi dalam masyarakat khususnya dalam pertanian itu sangat berpe...

JAM

Diberdayakan oleh Blogger.

Kontributor

Cari Blog Ini

Arsip Blog

Blogger templates

BTemplates.com